⚽
IDM FOOTBALL CENTER
Berita • Jadwal • Skor • Klasemen
FOOTBALL

Berita Bola Terbaru

Update otomatis
Memuat berita...

⚡ Skor Pertandingan

Data pertandingan
Liga 1
Persib
2 - 1
Persija
EPL
Arsenal
1 - 1
Chelsea

📅 Jadwal Pertandingan

Upcoming
Liga 1
Persib
19:00
Arema
EPL
Liverpool
21:00
Man City

🇮🇩 Klasemen Liga 1

# Tim P W D L Pts
1 Tim 1 0 0 0 0 0
2 Tim 2 0 0 0 0 0
3 Tim 3 0 0 0 0 0

🏴 Premier League

# Team P W D L Pts
1 Team 1 0 0 0 0 0
2 Team 2 0 0 0 0

🏆 Champions League

# Team P W D L Pts
1 Team 1 0 0 0 0 0
2 Team 2 0 0 0 0

Nekat Tantang Arab Saudi, Seberapa Kuat Arsenal Rudal dan Drone Militer Houthi

Table of Contents

Sana'a, Idmtimes.net-

Kelompok bersenjata Houthi di Yaman terus menunjukkan kemampuan militernya meski telah menghadapi serangkaian serangan udara dari Arab Saudi, Amerika Serikat, Inggris, dan Israel selama bertahun-tahun.

Pada Sabtu (10/10/2026), Houthi bahkan menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, yang menewaskan 12 orang. Menurut laporan Al Jazeera, kekuatan mereka antara lain ditopang oleh jumlah pejuang yang besar serta persenjataan berupa rudal balistik, rudal jelajah, dan drone yang mampu menjangkau sasaran jauh.


Houthi, yang juga dikenal sebagai Ansar Allah, diperkirakan telah merekrut hingga 350.000 pejuang pada 2024. Jumlah itu meningkat tajam dibandingkan sekitar 30.000 pejuang pada 2015, ketika Arab Saudi melakukan intervensi militer dalam perang saudara Yaman, sebagaimana dilansir BBC.

Selain jumlah personel, persenjataan Houthi berkembang signifikan selama bertahun-tahun perang. Associated Press (AP) melaporkan kelompok tersebut memiliki berbagai rudal balistik, rudal jelajah, dan drone, banyak di antaranya menyerupai model buatan Iran. 

Houthi juga menggunakan rudal antikapal dan drone laut untuk menyerang kapal di Laut Merah, salah satu jalur perdagangan penting dunia. Al Jazeera melaporkan, persenjataan Houthi mencakup rudal balistik jarak menengah Palestine-2 yang diyakini memiliki jangkauan sekitar 2.000 kilometer. 

Rudal tersebut menggunakan bahan bakar padat dan terdiri atas dua tahap serta diyakini memiliki kemampuan hipersonik. Houthi juga memiliki rudal Toufan yang disebut menyerupai rudal Ghadr buatan Iran, yang diperkirakan memiliki jangkauan antara 1.350 kilometer dan 1.950 kilometer. 

Untuk rudal jarak lebih pendek, Houthi memiliki seri Burkan dan Badr yang juga diyakini berasal dari Iran. Rudal-rudal tersebut telah digunakan dalam serangan lintas perbatasan ke Arab Saudi, bahkan hingga ke wilayah yang lebih jauh, yakni Israel. Menurut Nawaf Obaid, peneliti senior di King's College London War Studies Department, persenjataan rudal Houthi pada dasarnya berasal dari teknologi Iran dengan sejumlah pengaruh teknologi China.

 AP melaporkan Iran diyakini memasok komponen canggih, termasuk sistem pemandu, sementara Houthi dapat memproduksi banyak persenjataan di dalam negeri. Iran membantah memasok senjata kepada Houthi. Namun, senjata dan komponen asal Iran telah disita dari sejumlah pengiriman yang menuju Yaman. Laporan panel ahli PBB pada 2024 juga mendokumentasikan hubungan militer yang luas antara Houthi, Iran, dan kelompok-kelompok sekutunya.

BBC bahkan mengatakan, laporan panel ahli PBB tersebut menyimpulkan Houthi berubah menjadi organisasi militer yang kuat berkat transfer material, bantuan, dan pelatihan dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Hizbullah Lebanon, serta spesialis dari Irak. Laporan Conflict Armament Research pada Mei 2026 juga menemukan perubahan dalam pola dukungan Iran. Jika sebelumnya Teheran mengirim senjata jadi, Iran kini semakin banyak mengirim komponen yang dapat dirakit oleh kelompok proksinya serta membagikan teknologi rudal yang semakin maju.

Faktor lain yang memengaruhi kekuatan Houthi Kekuatan Houthi tidak hanya berasal dari persenjataan. Kelompok tersebut beroperasi di wilayah Yaman yang luas dan didominasi gunung. Selama bertahun-tahun, serangan udara juga belum berhasil mengalahkan Houthi. 

Arab Saudi melancarkan serangkaian serangan udara selama sekitar tujuh tahun sejak 2015, tetapi pasukan pemerintah Yaman dan kelompok separatis selatan yang menjadi lawan Houthi kesulitan mendorong mereka mundur. Amerika Serikat dan Inggris kemudian melancarkan serangan terhadap Houthi mulai Januari 2024. Pada 2025, Presiden AS Donald Trump memerintahkan kampanye udara yang lebih intensif. Seorang pejabat militer AS saat itu mengatakan sekitar 2.000 munisi dijatuhkan ke lebih dari 1.000 sasaran.

Menurut Thomas Juneau, profesor hubungan internasional di University of Ottawa, dukungan Iran hanya merupakan separuh dari alasan kekuatan Houthi. Faktor lainnya adalah kelemahan lawan mereka. Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, menurut Juneau, juga terpecah, lemah, tidak bersatu, dan korup sehingga Houthi dapat mengeksploitasi kondisi tersebut.

Keterbatasan Houthi Baca juga: Fakta-fakta Rumah Dinas Perwira TNI di Cijantung Jadi Markas Judol Meski memiliki persenjataan yang mampu menjangkau sasaran jauh, kemampuan militer Houthi tetap terbatas. Al Jazeera melaporkan jumlah pasti persediaan rudal Houthi tidak diketahui.  

Wolfgang Pusztai, analis kebijakan keamanan dan pertahanan, memperkirakan Houthi kemungkinan hanya memiliki jumlah rudal balistik jarak pendek yang terbatas. Karena itu, mereka dinilai mungkin tidak mampu melakukan serangan dalam jumlah sangat besar secara bersamaan menggunakan banyak rudal dan drone. Sebaliknya, Houthi dapat memilih meluncurkan rudal tunggal ke sasaran yang pertahanannya lebih lemah untuk menciptakan dampak strategis, termasuk mengganggu lalu lintas penerbangan sipil.

Sumber: kompas.com

Posting Komentar

IDM TIMES

Topik Pilihan Redaksi

Berita dan isu yang menjadi perhatian utama redaksi IDM Times.

Berita Nasional

Lihat Semua →
Memuat berita...

Berita Politik

Lihat Semua →
Memuat berita...

Berita Hukum

Lihat Semua →
Memuat berita...

Berita Kriminal

Lihat Semua →
Memuat berita...

Berita Daerah

Lihat Semua →
Memuat berita...

Sumatera Utara

Lihat Semua →
Memuat berita...

Berita Ekonomi

Lihat Semua →
Memuat berita...

Investigasi

Lihat Semua →
Memuat berita...
📰

Jaringan Media

Berita terbaru dari jaringan Grup INDOMETRO

LIVE FEED
Memuat berita terbaru...