Kritik Pedas dari Washington: Anggota Kongres AS Sebut Genosida di Gaza Belum Usai
Table of Contents
Washington, Idmtimes.net-
Anggota DPR Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Delia Ramirez mengatakan bahwa genosida yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina belum berakhir.
Ramirez juga mendesak pengesahan rancangan undang-undang (RUU) miliknya, 'Block the Bombs Act' (Undang-Undang Blokir Bom), yang bertujuan menghentikan pengiriman sejumlah senjata ofensif AS ke Israel.
“Sementara serangan udara Israel terus menewaskan anak-anak dan keluarga di Gaza, setengah juta warga Palestina terancam kehilangan akses terhadap makanan dan bantuan,” kata Ramirez.
“Baik melalui bom maupun kelaparan, genosida ini belum berakhir. Kita harus mengakhirinya. Kita bisa memulainya dengan mengesahkan 'Block the Bombs Act' yang saya usulkan,” tambah Ramirez.
Ramirez mengajukan RUU tersebut, yang diberi nomor H.R. 3565, tahun lalu bersama rekan-rekannya dari Partai Demokrat, yakni Sara Jacobs, Pramila Jayapal, dan Mark Pocan.
Undang-undang ini akan melarang pengiriman sejumlah senjata ke Israel, termasuk bom penghancur bunker BLU-109, bom seri MK80, varian bom berdiameter kecil GBU-39, amunisi berpemandu presisi (Joint Direct Attack Munitions/JDAM), bom luncur (gliding bomb) jenis SPICE, serta amunisi tank 120mm dan amunisi artileri 155mm—termasuk amunisi fosfor putih.
Perang genosida Israel di Gaza yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 lainnya, sekaligus menyebabkan kehancuran luas yang berdampak pada sekitar 90% infrastruktur sipil.
Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran gencatan senjata oleh Israel telah menewaskan 1.534 warga Palestina dan melukai 5.486 lainnya.
Sumber metrotvnews.com

Posting Komentar