⚽
IDM FOOTBALL CENTER
Berita • Jadwal • Skor • Klasemen
FOOTBALL

Berita Bola Terbaru

Update otomatis
Memuat berita...

⚡ Skor Pertandingan

Data pertandingan
Liga 1
Persib
2 - 1
Persija
EPL
Arsenal
1 - 1
Chelsea

📅 Jadwal Pertandingan

Upcoming
Liga 1
Persib
19:00
Arema
EPL
Liverpool
21:00
Man City

🇮🇩 Klasemen Liga 1

# Tim P W D L Pts
1 Tim 1 0 0 0 0 0
2 Tim 2 0 0 0 0 0
3 Tim 3 0 0 0 0 0

🏴 Premier League

# Team P W D L Pts
1 Team 1 0 0 0 0 0
2 Team 2 0 0 0 0

🏆 Champions League

# Team P W D L Pts
1 Team 1 0 0 0 0 0
2 Team 2 0 0 0 0

Eme Inung Tuak Kraeng Neka Hemong R’oeng Do, Neka Inung Hanang Koe

Table of Contents







Oleh: Eddy Ngganggus

Suatu ketika, burung gagak yang hampir punah di Manggarai merasakan bahwa hari-hari terakhirnya di tanah itu akan segera tiba. Ia bertengger di atas ranting pohon tua, rumah yang telah lama menjadi tempat tinggalnya. Sebelum pergi dan tak akan kembali lagi, gagak itu ingin meninggalkan kesan terakhirnya kepada manusia melalui untaian kata yang dituangkan dalam sebuah nyanyian:


“Inung tuak kraeng toe teing ami mendi, ami mendim o kesa weong ge…”

 

Dalam syair itu, gagak memparalelkan nasib dirinya dengan mendi (hamba) di hadapan tuannya, sang kraeng, dengan tuaknya. Tuak, dalam budaya Manggarai, adalah minuman elit dan eksklusif. Demikian pula alam, tempat gagak dan kaumnya tinggal, adalah “tuak” paling nikmat—indah, nyaman, dan istimewa. Namun kini semuanya telah hilang karena ditebang dan dieksploitasi manusia demi kepentingannya sendiri.


Filosofi Manggarai sebenarnya memandang puar sebagai “anak rona”. Dari puar itulah berasal molas poco sebagai haju siri bongkok mbaru gendang. Maka pantaslah jika kita memperlakukan puar beserta seluruh luasan alam semesta ini sebagai rumah bersama, tempat hidup semua ciptaan, bukan hanya manusia.


Seperti yang diingatkan oleh mendiang Paus Fransiskus, manusia bukan pusat kehidupan (antroposentris). Ada juga makhluk lain yang turut hidup dalam semesta Manggarai. Karena itu, beliau menyerukan agar kita melakukan pertobatan ekologis: teser poka puar pinanaeng—hentikan eksploitasi sumber daya alam tanpa kendali.


Jangan sampai kisah tragis gagak yang “pamit” dari hutan Manggarai terulang pada makhluk lain.


Eme inung tuak kraeng neka hemong r’oeng do, neka inung hanang koe.
Jika mengeksploitasi alam, janganlah terlalu egois. Sisakan juga untuk makhluk lain yang menjadikannya sebagai habitat.

Posting Komentar

IDM TIMES

Topik Pilihan Redaksi

Berita dan isu yang menjadi perhatian utama redaksi IDM Times.

Berita Nasional

Lihat Semua →
Memuat berita...

Berita Politik

Lihat Semua →
Memuat berita...

Berita Hukum

Lihat Semua →
Memuat berita...

Berita Kriminal

Lihat Semua →
Memuat berita...

Berita Daerah

Lihat Semua →
Memuat berita...

Sumatera Utara

Lihat Semua →
Memuat berita...

Berita Ekonomi

Lihat Semua →
Memuat berita...

Investigasi

Lihat Semua →
Memuat berita...
📰

Jaringan Media

Berita terbaru dari jaringan Grup INDOMETRO

LIVE FEED
Memuat berita terbaru...